Tue, 01/15/2008 - 08:06 — ceefour


Wordpress category:
Taxonomy upgrade extras:
Hayyo..siapa yang sering tidur mendengkur?? atau jangan-jangan udah jadi kebiasaan yach?? taukah kamu bahwa ada bahaya yang mengintai dari kebiasaan mendengkur?


Mendengkur sudah dianggap biasa oleh semua orang. Sudah menjadi anggapan umum, jika seseorang tidur mendengkur, berarti ia tidur dengan lelap. Atau orang yang biasa mendengkur adalah orang yang pemalas, selalu lelah, tak bersemangat, tidak produktif dan mudah tertidur di mana saja.Tuh kan?? mulai sekarang jangan biasakan tidur mendengkur yach?? Lagian biar nggak polusi suara alias berisik.. he he he...
Ada sebuah gangguan tidur yang bernama Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang ditandai dengan Excessive Daytime Sleepiness (EDS) dan mendengkur. Pada gangguan ini terjadi penyempitan saluran napas atas saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran napas yang menghasilkan suara dengkuran. Penyempitan ini mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur. Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran napas. Pada saat ini terjadi peningkatan karbondioksida drastis yang akan mengaktifkan sebuah sensor di tubuh yang akan membangunkan si penderita untuk kembali bernafas. Bayangkan jika ini terjadi berulang kali selama tidur dan celakanya di pagi hari si pendengkur tidak tahu apa yang terjadi di malam sebelumnya. Karena periode bangun yang terjadi adalah periode bangun singkat (miniarousal) yang ringan namun sudah mengganggu tidur penderitanya hingga tidak dapat masuk ke tahapan tidur dalam yang penting untuk istirahat dan vitalitas seseorang. Akibatnya di pagi hari si penderita merasa tidak segar dan masih kurang istirahat tanpa tahu bahwa dirinya bangun berulang kali malam sebelumnya. Tidak jarang ia juga mengeluhkan sakit kepala di pagi hari. Pada siang harinya, karena kesibukan ia tidak merasakan kantuk, tetapi di saat meeting atau mengendara, kantuk bisa menyerang setiap saat dan tak tertahankan! Kemampuan mental seperti daya ingat dan konsentrasi pun menurun. Berikutnya adalah kualitas emosional yang memburuk, sehingga orang tersebut akan menjadi mudah marah atau tersinggung. Karena kerasnya dengkuran dan keadaan emosional yang mudah marah ada pasangan yang akhirnya bercerai. Nyawa pun banyak yang melayang karena kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kantuk dan berkurangnya refleks menghindar.
Sumber: Suara Merdeka
Ada sebuah gangguan tidur yang bernama Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang ditandai dengan Excessive Daytime Sleepiness (EDS) dan mendengkur. Pada gangguan ini terjadi penyempitan saluran napas atas saat tidur.
Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran napas yang menghasilkan suara dengkuran. Penyempitan ini mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur. Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran napas. Pada saat ini terjadi peningkatan karbondioksida drastis yang akan mengaktifkan sebuah sensor di tubuh yang akan membangunkan si penderita untuk kembali bernafas.
Bayangkan jika ini terjadi berulang kali selama tidur dan celakanya di pagi hari si pendengkur tidak tahu apa yang terjadi di malam sebelumnya. Karena periode bangun yang terjadi adalah periode bangun singkat (miniarousal) yang ringan namun sudah mengganggu tidur penderitanya hingga tidak dapat masuk ke tahapan tidur dalam yang penting untuk istirahat dan vitalitas seseorang.
Akibatnya di pagi hari si penderita merasa tidak segar dan masih kurang istirahat tanpa tahu bahwa dirinya bangun berulang kali malam sebelumnya.
Tidak jarang ia juga mengeluhkan sakit kepala di pagi hari. Pada siang harinya, karena kesibukan ia tidak merasakan kantuk, tetapi di saat meeting atau mengendara, kantuk bisa menyerang setiap saat dan tak tertahankan! Kemampuan mental seperti daya ingat dan konsentrasi pun menurun.
Berikutnya adalah kualitas emosional yang memburuk, sehingga orang tersebut akan menjadi mudah marah atau tersinggung.
Karena kerasnya dengkuran dan keadaan emosional yang mudah marah ada pasangan yang akhirnya bercerai. Nyawa pun banyak yang melayang karena kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kantuk dan berkurangnya refleks menghindar.
Comments
iya, ngorok selain berbahay
iya, ngorok selain berbahay buat yg ngorok juga cukup mengganggu orang lain yg dekat, apalagi klo ngorok luar biasa.. tapi kadang kasian juga sih liat yg tidur trus ngorok, pasti capek bgt tuh...
-- visit http://m.rujakasik.com --
Add new comment